SMK Muda E-Sport Tournament

Babeku – Tak dapat dipungkiri jika perkembangan esports di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang begitu pesat. Hal ini terbukti dari mulai banyaknya sekolah-sekolah yang mengadakan turnamen bagi para pelajar.

Salah satunya yakni SMK Muhammadiyah 2 Surabaya yang mengadakan Esemka Muda E-sport Tournament untuk siswa jenjang SMP.
Hijri Alaudin selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, turnamen tersebut sengaja diadakan guna memfasilitasi para siswa yang ingin menjadi atlet esport.
Ia mengungkapkan, dalam turnamen kali ini diikuti oleh 30 tim yang berasal dari Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo) dengan total hadiah hingga Rp 21 juta.
“Turnamen ini adalah yang pertama dilakukan oleh sekolah kami. Karena kami melihat saat ini esport banyak diminati remaja dan semakin berkembang. Semoga ini bisa menjadi wadah bagi mereka yang ingin maju menjadi atlet esport,” kata Hijri ketika ditemui Basra, Selasa (25/5).
Sementara itu, Daniel Agung selaku Ketua Harian E-sport Indonesia (ESI) Jawa Timur mengatakan, jika turnamen ini merupakan turnamen pertama di Jatim yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuaran (SMK).

“Ini pertama kali di tingkat SMK. Karena kebanyakan yang mengadakan perguruan tinggi atau SMA. Pertandingannya juga sangat memuaskan,” ucap Daniel kala meninjau lokasi pertandingan.

Tim Trabasz yang berhasil meraih juara pertama dalam Esemka Muda E-sport Tournament.
Bahkan ia mengungkapkan, jika perkembangan esport saat ini semakin pesat dengan banyaknya tim yang mulai bergabung. Selain itu, adanya turnamen seperti ini bisa memberikan edukasi serta pengalaman kepada para pemain.
“Apalagi esport sudah menjadi cabang olahraga resmi. Yang pasti ke depan diharapakan akan banyak prestasi yang dihasilkan oleh atlet-atlet esport Indonesia,” ungkapnya.
Ditemui dikesempatan yang sama, Rafli Setiadi perwakilan Tim Trabasz ini mengaku senang dan bangga lantaran ia dan tim bisa mendapatkan juara pertama dalam ajang bergengsi tersebut.
Ia mengaku, untuk mendapatkan juara itu dibutuhkan chemistry serta komunikasi yang baik antar anggota tim ketika bertanding.
“Ini adalah pertandingan pertama offline kami, dan pertama kali juga juara. Pastinya kami senang. Ini sebagia pembuktian kami ke orang tua bahwa game itu bisa menghasilkan,” pungkasnya.