Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

BabekuPT Kimia Farma Diagnostik kini menjadi sorotan publik. Layanan rapid test antigen mereka di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, digerebek Polda Sumut karena diduga menggunakan alat bekas atau daur ulang.

Lalu bagaimana pengawasan pihak Bandara Kualanamu soal penggunaan rapid test antigen oleh PT Kimia Farma di sana? Apa langkah yang dilakukan pihak bandara ke depannya?

Plt Manager of Branch Comm & Legal Bandara Kualanamu Paulina H.A Simbolon saat dihubungi mengatakan pelaksanaan rapid test antigen di Bandara Kualanamu merupakan wewenang penuh pihak PT Kimia Farma Diagnostik.

“Kita selaku pengelola bandara, artinya Kimia Farma Diagnostik, ini merupakan mitra kerja kita yang dipercaya, memberikan pelayanan rapid antigen di lantai Mezzanine. Kita kan porsinya menyediakan fasilitas, tempat, melalui kontrak kerja,” ujar

Polda Sumut saat menggerebek pelayanan rapid test antigen di lantai II mezzanine Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Foto: Dok. Istimewa
Paulina juga mengatakan pada pelaksanaan rapid test antigen, standard operating procedure (SOP)-nya juga wewenang dari PT Kimia Farma.

“Kalau kita cuma dari segi operasional bandara, selaku pengelola kita (hanya) pemantauan laporan harian. Misalnya, ada yang positif atau tidak, berapa jumlah orang yang melakukan antigen di bandara. Kita memantau operasional secara prokes. Antreannya, kita lebih ke pelayanan. Kalau SOP medis itu dari Kimia Farma,” ujarnya.

Ke depan, kata Paulina, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat supaya kejadian serupa tidak terulang. Poin-poinnya sedang didiskusikan dengan pihak Bandara Kualanamu.

“Ini jadi evaluasi kita bersama selaku pengelola dan operator bandara, hal yang merugikan bagi masyarakat dan citra perusahaan yang pastinya, akan kita tindak tegas ya, sesuai prosedur berlaku,” ujarnya.

Polda Sumut saat menggerebek pelayanan rapid test antigen di lantai II mezzanine Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Foto: Dok. Istimewa

Terkait penggerebekan sendiri, kata Pulina, pelayanan antigen Kimia Farma di Bandara Kualanamu ditutup karena masih dalam proses penyelidikan.

“Bagi penumpang yang ingin melakukan pelayanan antigen itu dapat melakukan secara drive thru di area parkiran. Karena sebelumnya Bandara Kualanamu punya 3 tempat pelayanan rapid antigen, selain mezzanine, ada drive thru juga di area parkir A,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menggerebek pelayanan rapid test antigen di lantai II mezzanine Bandara Kualanamu, Deli Serdang.

Penggerebekan dilakukan karena petugas pemeriksa rapid test antigen di sana menggunakan alat bekas atau daur ulang. Sejauh ini 7 orang dari Kimia Farma sudah diamankan.

“Yang diamankan 7 orang, 5 orang dari laboratorium Kimia Farma Medan Kartini, 1 kepala layanan merangkap business manager dan 1 office boy,” ucap Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadhilah Bulqini, Rabu (28/4).