Petugas di Bandara Loloskan WNI dari India

Petugas di Bandara Loloskan WNI dari India

Babeku – Pemerintah resmi melarang warga negara India atau Warga negara indonesia-Warga negara asing dari India masuk ke wilayah Indonesia terkait kasus virus corona di negara itu.

Mereka yang sudah masuk harus menjalani karantina ketat.Namun ternyata masih ada orang dari India yang masuk ke Indonesia tanpa melalui karantina.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. Yusri mengatakan polisi mengamankan 3 orang petugas bandara yang terkait dengan meloloskan Warga negara indonesia yang keberadaan nya dari India masuk ke Indonesia tanpa melalui karantina.

Yusri mengatakan, kasus ini bermula saat salah satu penumpang pesawat yang berinisial JD tiba di tanah air usai kembali dari India. Padahal seharusnya, JD harus menjalani karantina selama 5 sampai dengan 14 hari.

“Hari Minggu kemarin memang telah kita amankan seseorang dengan inisial JD kemudian ada S dan RW. Ada 3 orang yang sudah diamankan. Memang ada informasi bahwa saudara JD yang baru kembali dari India ke Indonesia sekitar hari Minggu jam 18.45 itu yang memang seharusnya ketentuan harus melalui karantina,” kata Yusri saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/4).

Yusri mengatakan, kedua pelaku mengaku sebagai pegawai di Bandara sehingga ia bisa meloloskan siapa saja yang akan masuk ke Indonesia. Meski begitu, polisi masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

“Bukan oknum dia. Makanya ini masih kita dalami. Kalau pengakuan dia kepada JD dia adalah pegawai Bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. S itu sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S,” ujarnya.

“Besok kita sampaikan secara jelas. Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina. Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami, setelah diperiksa maka akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku, dan mudah-mudahan tidak ada lagi yang meloloskan seseorang baik Warga negara Indonesia maupun Warga negara asing, semuanya wajib mengikuti protokol dan peraturan yang berlaku yakni wajib dikarantina dan di tes untuk penyakit Covid-19 nya.” jelasnya.