Penyidik KPK Terima Suap, ICW minta diusut

Penyidik KPK Terima Suap, ICW minta diusut

Penyidik KPK Terima Suap, ICW minta diusut

BabeToto ICW mendesak KPK mengusut tuntas kasus dugaan suap yang melibatkan penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju. Sebab, ICW meyakini ada penyidik KPK asal Polri itu tidak bertindak sendiri.

“ICW meyakini Penyidik yang bertugas yakni Robin tidak bertindak sendiri dalam perkara dugaan suap atau gratifikasi ini. Sebab, proses untuk merealisasikan janjinya (menghentikan perkara pada tingkat penyelidikan) merupakan kesepakatan kolektif bersama penyidik lain dan mendapatkan persetujuan dari atasannya di kedeputian penindakan,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, pada hari Jumat (23/4).
“Pertanyaan lanjutannya: apakah ada Penyidik lain yang terlibat? Atau bahkan lebih jauh, apakah atasannya di kedeputian penindakan mengetahui rencana jahat ini?” imbuh dia,

Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Dalam perkara ini, AKP Stepanus Robin diduga menerima uang suap dari Wali Kota Tanjungbalai Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar. Suap diduga agar AKP Stepanus Robin mengupayakan penghentian penyelidikan KPK yang terkait dengan Syahrial.
Selain menjerat AKP Stepanus Robin dan Syahrial, KPK juga menjerat seorang pengacara bernama Maskur Husain. Ia dijerat sebagai penerima suap terkait dalam masalah membantu saudara Robin. Namun, belum diketahui perannya dalam perkara ini.

Pengacara Maskur Husain digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Untuk AKP Stepanus Robin, ia pun dijerat pasal gratifikasi. Hal ini diduga terkait adanya uang Rp 438 juta yang diduga diterimanya pada rentang Oktober 2020 hingga April 2021.

ICW mendesak KPK mengusut tuntas soal penerimaan itu. Termasuk apakah uang itu terkait pengurusan perkara di KPK serta pihak lain di KPK yang kemungkinan terlibat. agar kedepannya anggota KPK tidak akan berani bermain uang suap lagi

“Maksud pengusutan tersebut adalah guna mencari informasi, apakah praktik lancung ini baru pertama terjadi atau sebelumnya sudah sering dilakukan oleh tersangka? Jika iya, siapa lagi pihak-pihak yang pernah melakukan transaksi tersebut?” kata Kurnia.