Anggota Bea Cukai Riau Diserang oleh OTD

Anggota Bea Cukai Riau Diserang oleh OTD

BabeToto Tak butuh waktu yang lama bagi polisi memburu dan menangkap gerombolan orang yang menyerang mobil serta melukai anggota Bea Cukai di Riau.

Tim gabungan Jatanras Polresta Pekanbaru dan Ditreskrimum Polda Riau telah berhasil menangkap 8 pelaku penyerangan dan perusakan mobil dinas Bea dan Cukai yang terjadi pada hari, Jumat, 23 April 2021, di Sungai Penuh, Kerinci, Jambi.
Kedelapan tersangka bernama Abdullah umur 45 tahun, Difa Septian umur 23 tahun, Karlo Lainsemputu umur 43 tahun, Roberto Patipuen umur 24 tahun , Yanes Lainsampatih umur 42 tahun, Yongki Hamursia umur 36 tahun, M Safii 23 tahun dan Klefi Hermosial umur 23 tahun.

“Ya benar, kita sudah menangkap pelaku penyerangan dan perusakan mobil dinas Bea Cukai,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Minggu, 25 April 2021.
Pada Senin malam, 19 April 2021, sekitar pukul 23.30 WIB, segerombolan orang tiba-tiba menyerang dan merusak mobil Bea Cukai di Jalan Juanda, Pekanbaru. Tak hanya mobil dinas, anggota Bea Cukai tak luput dari amukan gerombolan tersebut.

Usai menyerang dan merusak tersebut, gerombolan yang berprofesi sebagai buruh tersebut melarikan diri ke Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
“Pukul 04.00 WIB di kita gerebek sebuah rumah tempat persembunyian mereka selama ini usai kabur dari Pekanbaru. Kosong, sudah kabur,” ungkap Irjen Pol Agung Setya.

MOBIL Bea Cukai yang dirusak oleh gerombolan orang tak dikenal.
Tak mau kehilangan target, Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan 3 unit mobil digunakan untuk menyerang anggota Bea Cukai serta kabur dari Pekanbaru.

Ketiga mobil itu antara lain 1 unit Suzuki Ertiga warna putih, 2 unit Toyota Avanza warna putih dan silver.
Dari keterangan warga di sekitar rumah persembunyian didapat informasi, kedelapan pelaku kabur ke Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
“Pelaku berhasil melarikan diri 3 unit mobil yang berada di persembunyian mereka kita amankan,” ujarnya.

Selanjutnya tim gabungan berkoordinasi dengan Polres Kerinci guna menangkap gerombolan tersebut.
“Akhirnya delapan pelaku ini dibekuk di rumah kontrakan Dusunek, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh. Dari hasil interogasi pelaku, ada 6 pelaku lain saat ini masih dalam pengejaran,” pungkasnya.